<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<codeBook version="1.2.2" ID="IDN_2014_SRTUBTK_v01-ID_M" xml-lang="en" xmlns="http://www.icpsr.umich.edu/DDI" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.icpsr.umich.edu/DDI http://www.icpsr.umich.edu/DDI/Version1-2-2.xsd">
  <docDscr>
    <citation>
      <titlStmt>
        <titl>
          Forestry Plant Cultivation Households Survey 2014
        </titl>
        <IDNo>
          DDI_IDN_2014_SRTUBTK_v01-ID_M
        </IDNo>
      </titlStmt>
      <rspStmt>
        <othId role="Mengecek kualitas metadata" affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi ">
          <p>
            Susi Kastini
          </p>
        </othId>
      </rspStmt>
      <prodStmt>
        <producer affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi " role="Membuat metadata pada deskripsi metadata &amp; deskripsi kegiatan">
          Rokhidah
        </producer>
        <producer affiliation="Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi " role="Membuat metadata pada dataset">
          Murtika
        </producer>
        <copyright>
          <![CDATA[Copyright © 2016, BPS Statistics Indonesia.  All rights reserved.]]>
        </copyright>
        <prodDate date="2020-11-24">
          2020-11-24
        </prodDate>
        <software version="4.0.10" date="2018-05-02">
          Nesstar Publisher
        </software>
      </prodStmt>
      <distStmt>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik" email="pti@bps.go.id">
          Sub direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi
        </contact>
      </distStmt>
      <verStmt>
        <version>
          Version 01 (November 2020). This version is identical to 00-ST2013-SBK-2014-M1-ENG, except for the following fields that were modified by the World Bank: study ID and DDI ID.
        </version>
      </verStmt>
    </citation>
  </docDscr>
  <stdyDscr>
    <citation>
      <titlStmt>
        <titl>
          Forestry Plant Cultivation Households Survey 2014
        </titl>
        <altTitl>
          SRTUBTK 2014
        </altTitl>
        <parTitl>
          Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan 2014
        </parTitl>
        <IDNo>
          IDN_2014_SRTUBTK_v01-ID_M
        </IDNo>
      </titlStmt>
      <rspStmt>
        <AuthEnty affiliation="Badan Pusat Statistik">
          Deputi Bidang Statistik Produksi
        </AuthEnty>
      </rspStmt>
      <prodStmt>
        <producer affiliation="Badan Pusat Statistik">
          Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan
        </producer>
        <copyright>
          <![CDATA[Copyright © 2014, BPS Statistics Indonesia.  All rights reserved.]]>
        </copyright>
        <software version="4.0.10" date="2018-05-02">
          Nesstar Publisher
        </software>
        <fundAg abbr="APBN">
          Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
        </fundAg>
      </prodStmt>
      <distStmt>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          1. Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan Penanggung Jawab Informasi Umum
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          2. Deputi Bidang Statistik Produksi Penanggung Jawab Masalah Teknis
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          3. Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan Penanggung Jawab Kuesioner
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          4. Sub Direktorat Pengembangan Desain Sensus dan Survei Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          <![CDATA[5. Sub Direktorat Statistik Tanaman Perkebunan  Penanggung Jawab Prosedur Lapangan]]>
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          6. Direktorat Sistem Informasi Statistik Penanggung Jawab Metode Pengolahan
        </contact>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik">
          7. Direktorat Diseminasi Statistik Penanggung Jawab Metode Pengolahan
        </contact>
      </distStmt>
      <serStmt>
        <serName>
          Agricultural Survey [ag/oth]
        </serName>
        <serInfo>
          Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan 2014 merupakan salah satu kegiatan dalam pelaksanaan ST2013 Lanjutan. Survei ini dimaksudkan untuk dapat melihat lebih rinci profil rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan, struktur ongkos usaha komoditas kehutanan strategis, dan sosial ekonomi rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan.
        </serInfo>
      </serStmt>
      <verStmt>
        <version>
          Version 1
        </version>
      </verStmt>
    </citation>
    <stdyInfo>
      <subject>
        <topcClas>
          Forests &amp; Forestry
        </topcClas>
      </subject>
      <abstract>
        <![CDATA[Subsektor kehutanan mempunyai peran yang cukup penting dalam perekonomian Indonesia, baik dalam hal penyerapan tenaga kerja, penghasil devisa, maupun sebagai penghasil bahan baku/bahan olah industri hulu yang mengolah hasil pertanian. Ditinjau dari faktor non-ekonomi, usaha kehutanan juga sangat bermanfaat karena usaha kehutanan ikut menjaga kelestarian sumber daya alam. 

Mengingat pentingnya peran usaha kehutanan, perlu dilakukan evaluasi terhadap hasil pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dalam subsektor kehutanan. Untuk keperluan evaluasi dan perencanaan pembangunan selanjutnya, diperlukan berbagai data yang akurat mengenai usaha kehutanan. Pengumpulan data statistik kehutanan telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari waktu ke waktu, salah satu diantaranya melalui kegiatan Sensus Pertanian yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali sejak tahun 1963. 
Informasi mengenai kehutanan bersumber dari Perusahaan Kehutanan berbadan hukum maupun yang tidak, dan Rumah Tangga Usaha Kehutanan. Pada Sensus Pertanian 2013 (ST2013) keduanya dicacah secara lengkap. Survei lanjutan subsektor kehutanan dipisahkan menjadi 2 (dua), yaitu Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan (SBK 2014) dan Survei Kehutanan (SKH 2014). 

SBK 2014 bertujuan untuk mendapatkan data statistik rumah tangga kehutanan yang lengkap dan akurat sehingga dapat diperoleh gambaran yang benar tentang usaha tersebut. 
Data-data yang dikumpulkan antara lain : 
a. Banyaknya anggota rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih. 
b. Penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan. 
c. Potensi tanaman kehutanan terpilih (luas dan banyak pohon). 
d. Struktur ongkos usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih yang ditebang/panen dan tanaman siap tebang. 
e. Keterangan-keterangan lain yang berkaitan dengan rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.]]>
      </abstract>
      <sumDscr>
        <timePrd date="2014" event="start"/>
        <timePrd date="2014" event="end"/>
        <collDate date="2014-01" event="start" cycle="2. Perencanaan"/>
        <collDate date="2014-02" event="end" cycle="2. Perencanaan"/>
        <collDate date="2014-05-26" event="start" cycle="1. Pelaksanaan lapangan"/>
        <collDate date="2014-07-19" event="end" cycle="1. Pelaksanaan lapangan"/>
        <collDate date="2014-10" event="end" cycle="3. Pengolahan"/>
        <collDate date="2014-11-01" event="single" cycle="4. Penyajian"/>
        <nation abbr="IDN">
          Indonesia
        </nation>
        <geogCover>
          Seluruh Wilayah Indonesia
        </geogCover>
        <geogUnit>
          Rancangan penyajian, sampai dengan tingkat: Provinsi
        </geogUnit>
        <anlyUnit>
          Unit analisis terkecil yang digunakan pada kegiatan ini adalah rumah tangga biasa yang berusaha di subsektor kehutanan
        </anlyUnit>
        <universe>
          Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan 2014 mencakup rumah tangga biasa yang berusaha di sub sektor kehutanan untuk komoditas tanaman kehutanan : Akasia, Jabon, Jati, Mahoni, dan Sengon
        </universe>
        <dataKind>
          Sample survey data [ssd]
        </dataKind>
      </sumDscr>
    </stdyInfo>
    <method>
      <dataColl>
        <dataCollector>
          Staf BPS
        </dataCollector>
        <dataCollector>
          Mitra
        </dataCollector>
        <frequenc>
          Lainnya
        </frequenc>
        <sampProc>
          <![CDATA[1. Penjelasan ringkas tentang  Survei Rumah Tangga Usaha Budidaya Tanaman Kehutanan meliputi semua rumah tangga biasa yang berusaha di subsektor kehutanan di seluruh wilayah Indonesia dengan komoditas tanaman kehutanan,

2. Jenis rancangan sampel adalah probability
   
3. Metodologi yang digunakan di poin 2 adalah
Metode sampling yang digunakan pada SBK 2014 adalah two-stage stratified sampling design. Penarikan sampel blok sensus untuk setiap strata usaha jenis tanaman kehutanan di setiap kabupaten/kota dilakukan secara terpisah dengan prosedur sebagai berikut: 

1) Tahap pertama, dari kerangka sampel blok sensus, dipilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size sistematik dengan size jumlah rumah tangga usaha tanaman kehutanan. 
2) Tahap kedua, dari kerangka sampel rumah tangga dipilih sejumlah rumah tangga secara sistematik sampling dengan jenis usaha tanaman kehutanan utama, dan jumlah pohon siap tebang/pernah tebang dan menghasilkan hasil pendataan keterangan usaha komoditas pertanian terpilih (Daftar ST2013-UKPT Blok II Rincian 201 Kolom (4) 201.E1 Kolom (4) yang utama) sebagai implicit stratification. 

4. Sampling frame

Kerangka sampel yang digunakan ada 2 jenis, yaitu: 
i).  Kerangka sampel untuk pemilihan blok sensus, yaitu daftar blok sensus biasa dan blok sensus persiapan bermuatan cakupan ST 2013 yang distratifikasi menurut jenis tanaman kehutanan utama dan diurutkan menurut strata. Eligible blok sensus SBK 2014 adalah blok sensus yang memiliki jumlah eligible rumah tangga usaha tanaman kehutanan sebanyak 10 atau lebih.
 ii).  Kerangka sampel untuk pemilihan sampel rumah tangga, yaitu daftar nama kepala rumah tangga usaha tanaman kehutanan di setiap blok sensus terpilih yang diurutkan menurut jenis tanaman kehutanan utama dan jumlah pohon siap tebang/pernah tebang dan menghasilkan hasil pendataan keterangan usaha komoditas pertanian terpilih 

5. Alokasi sampel
Jumlah sampel SBK 2014 dirancang untuk estimasi tingkat provinsi. Alokasi sampel rumah tangga dan blok sensus menurut strata jenis usaha tanaman kehutanan utama dilakukan untuk setiap kabupaten. Metode alokasi sampel yang digunakan akan disesuaikan dengan distribusi jumlah rumah tangga per strata. 
i).  Alokasi sampel rumah tangga menurut kabupaten dilakukan dalam satu provinsi dilakukan untuk setiap jenis usaha dengan power allocation.
ii). Alokasi sampel rumah tangga menurut strata dalam satu kabupaten.
iii). Jumlah sampel blok sensus menurut strata]]>
        </sampProc>
        <collMode>
          Face-to-face [f2f]
        </collMode>
        <resInstru>
          <![CDATA[Jenis dokumen yang digunakan dalam pencacahan SBK 2014 adalah : 

1. Sketsa Peta Blok Sensus ST2013-WB (Hasil Pemutakhiran Blok Sensus Terpilih) 

Sketsa peta blok sensus untuk pelaksanaan pencacahan SBK 2014 oleh PCS adalah sketsa peta blok sensus hasil pemutakhiran blok sensus terpilih subsektor pada bulan April 2014. 
2. Daftar ST2013-SBK.DSRT 

Daftar ini digunakan untuk mencatat sampel rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih dan keberhasilan pencacahannya. 
3. Daftar ST2013-SBK.S 

Daftar ini digunakan untuk melakukan pencacahan pada rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih yang tercantum pada Daftar ST2013-SBK.DSRT.Satu Daftar ST2013-SBK.S digunakan untuk mencacah satu rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih. 
4. Buku Pedoman Pencacah Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Kehutanan (ST2013-SBK.PCS) 

Buku ini memuat aturan/tata cara pencacahan rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih, konsep definisi dan tata cara pengisian Daftar ST2013-SBK.S. 
5. Buku Pedoman Pemeriksa (ST2013-SBK.PMS) 

Buku ini memuat aturan/tata cara pemeriksaan dokumen hasil pencacahan rumah tangga usaha komoditas kehutanan terpilih. 4]]>
        </resInstru>
        <sources/>
      </dataColl>
    </method>
    <dataAccs>
      <setAvail>
        <accsPlac>
          Sub Direktorat Pengelolaan Teknologi Informasi
        </accsPlac>
        <accsPlac>
          Sub Direktorat Layanan dan Promosi Statistik
        </accsPlac>
      </setAvail>
      <useStmt>
        <contact affiliation="Badan Pusat Statistik" URI="www.bps.go.id" email="bpshq@bps.go.id">
          Direktorat Diseminasi Statistik
        </contact>
        <citReq>
          <![CDATA[1. Nama survei, yaitu: Forestry Plant Cultivation Households Survey
2. Survei ID number, yaitu: 00-ST2013-SBK-2014-M1-ENG
3. Produser data: Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat (Badan Pusat Statistik)]]>
        </citReq>
        <disclaimer>
          Pengguna data mengakui bahwa BPS tidak bertanggung jawab atas penggunaan data atau interpretasi atau kesimpulan berdasarkan penggunaan data tersebut.
        </disclaimer>
      </useStmt>
    </dataAccs>
  </stdyDscr>
  <fileDscr ID="F1" URI="IDN_2014_SRTUBTK_v01-ID_M.Nesstar?Index=0&amp;Name=sbk">
    <fileTxt>
      <fileName>
        sbk.NSDstat
      </fileName>
      <fileCont>
        <![CDATA[Berisikan :
Blok I         : Pengenalan Tempat
Blok IV       : Keterangan Demografi Rumah Tangga Usaha Tanaman Kehutanan Terpilih
Blok V        : Penguasaan lahan pada saat pencacahan
Blok VI       : Keterangan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih selama setahun yang lalu
Blok VII      : Keterangan umum usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih
Blok VIII     : Keterangan bangunan dan fasilitas tempat tinggal]]>
      </fileCont>
      <dimensns>
        <caseQnty>
          0
        </caseQnty>
        <varQnty>
          162
        </varQnty>
      </dimensns>
      <fileType>
        Nesstar 200801
      </fileType>
    </fileTxt>
  </fileDscr>
  <dataDscr>
    <var ID="V1" name="PROP" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="1" EndPos="2" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Propinsi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Propinsi :..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/ Kelurahan, Klasifikasi Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="11" max="12"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V2" name="KAB" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="3" EndPos="4" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kabupaten
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kabupaten :.............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/ Kelurahan, Klasifikasi Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V3" name="KEC" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="5" EndPos="7" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Kecamatan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kecamatan :.............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/ Kelurahan, Klasifikasi Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V4" name="ID_RUTA" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="8" EndPos="14" width="7" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Identitas Rumah Tangga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Identitas Rumah Tangga :............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/ Kelurahan, Klasifikasi Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1000167" max="1003414"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V5" name="KODE" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="15" EndPos="18" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        KODE
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Kode :.............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/ Kelurahan, Klasifikasi Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="6133" max="6180"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V6" name="NAMA" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="19" EndPos="24" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        NAMA
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Nama :...........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/ Kelurahan, Klasifikasi Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, Nomor Kode Sampel (NKS).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V7" name="R401" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="25" EndPos="25" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya anggota rumah Tangga pada saat pencacahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya anggota rumah tangga pada saat pencacahan :...........Orang
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tujuan blok ini adalah : Untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki. 
Rumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : 
1. Rumah tangga biasa 
2. Rumah tangga khusus.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="2" max="5"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rumah tangga biasa adalah : Sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.
Yang dimaksud dengan satu dapur adalah : Jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu. 

Anggota rumah tangga adalah : Semua orang yang biasa bertempat tinggal dalam suatu rumah tangga, baik yang ada maupun sementara tidak ada atau sedang bepergian kurang dari 6 bulan pada waktu pencacahan.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V8" name="R402" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="26" EndPos="26" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Banyaknya anggota rumah tangga(10 tahun ke atas) yang menjadi petani tanaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Banyaknya anggota rumah tangga(10 tahun ke atas) yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih :.........Orang
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki. 
Rumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : 
1. Rumah tangga biasa 
2. Rumah tangga khusus.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rumah tangga biasa adalah : Sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.
Yang dimaksud dengan satu dapur adalah : Jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu. 

Anggota rumah tangga adalah : Semua orang yang biasa bertempat tinggal dalam suatu rumah tangga, baik yang ada maupun sementara tidak ada atau sedang bepergian kurang dari 6 bulan pada waktu pencacahan.

Petani tanaman kehutanan adalah : Seseorang yang melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan di lahan yang dikuasai rumah tangga dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar, dan menanggung risiko usaha (bukan sebagai buruh atau pekerja keluarga). 

Budidaya tanaman kehutanan adalah : Kegiatan yang meliputi pembenihan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan/penebangan hasil tanaman kehutanan. 

Tanaman kehutanan adalah : Tanaman tahunan yang berumur panjang, berbatang keras, dan biasanya bagian yang diambil atau dipanen adalah kayunya (kecuali rotan, bambu, dan kayu putih). 
Jenis tanaman kehutanan yang diusahakan meliputi tanaman sengon, mahoni, akasia, jabon, dan jati.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V9" name="R403B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="27" EndPos="27" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Hubungan dengan kepala rumah tangga
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Keterangan petani tanaman kehutanan terpilih :
b. Hubungan dengan kepala rumah tangga :......]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki. 
Rumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : 
1. Rumah tangga biasa 
2. Rumah tangga khusus. 

Tanyakan nama petani kehutanan terpilih.
Apabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. 

Tanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.
Kemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. 

Tanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.
Lingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. 

Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.

Hubungan dengan kepala rumah tangga, yaitu : 
1. Kepala rumah tangga adalah seseorang dari kelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rumah tanggga tersebut atau orang yang ditunjuk/dianggap sebagai pemimpin dalam rumah tangga. 
2. Istri/suami dari kepala rumah tangga. 
3. Anak adalah anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat yang diangkat oleh kepala rumah tangga. 
4. Menantu adalah suami/istri dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat. 
5. Cucu adalah anak dari anak kandung, anak tiri, dan atau anak angkat. 
6. Orang tua/mertua adalah bapak/ibu dari kepala rumah tangga atau bapak/ibu dari istri/suami kepala rumah tangga. 
7. Famili lain adalah orang-orang yang ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau ada hubungan famili dengan istri/suami kepala rumah tangga, misalnya : adik, kakak, keponakan, bibi, paman, ipar, kakek, nenek, dan sebagainya. 
8. Lainnya adalah orang yang tidak ada hubungan famili dengan kepala rumah tangga atau istri/suami kepala rumah tangga, seperti tamu, teman, orang yang mondok dengan makan (indekost), dan sebagainya]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Kepala rumah tangga
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Istri/suami
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Anak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Menantu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Cucu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Orangtua/mertua
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Famili lain
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V10" name="R403C" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="28" EndPos="28" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis Kelamin
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis Kelamin :...........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki. 
Rumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : 
1. Rumah tangga biasa 
2. Rumah tangga khusus. 

Tanyakan nama petani kehutanan terpilih.
Apabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. 

Tanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.
Kemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. 

Tanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.
Lingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia. 

Lingkari kode jenis kelamin dari anggota rumah tangga yang dimaksud Rincian 403a. Lingkari kode 1 apabila laki-laki atau kode 2 apabila perempuan. Kemudian tuliskan pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. 

Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Laki-laki
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Perempuan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V11" name="R403D" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="29" EndPos="30" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Umur
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Umur :.........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki. 
Rumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : 
1. Rumah tangga biasa 
2. Rumah tangga khusus. 

Tanyakan nama petani kehutanan terpilih.
Apabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. 

Tanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.
Kemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. 

Tanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.
Lingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia. 

Tuliskan umur dari anggota rumah tangga yang dimaksud Rincian 403a. Umur dihitung sampai bulan dan tahun terakhir dengan pembulatan ke bawah atau umur menurut ulang tahun yang terakhir.
Penghitungan umur berdasarkan pada kalender masehi. 
Kolom umur hanya disediakan dua kotak. Untuk anggota rumah tangga yang umurnya 98 tahun atau lebih dituliskan kode 98. Rincian umur harus ada isian .]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="45" max="61"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. 

Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V12" name="R403E" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="31" EndPos="31" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki :..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tujuan blok ini adalah untuk mencatat keterangan-keterangan demografi rumah tangga usaha tanaman kehutanan pada saat pencacahan, seperti banyaknya anggota rumah tangga, banyaknya anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih, nama petani kehutanan terpilih, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, dan Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki. 
Rumah tangga dibedakan menjadi 2 macam : 
1. Rumah tangga biasa 
2. Rumah tangga khusus. 

Tanyakan nama petani kehutanan terpilih.
Apabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu orang petani tanaman kehutanan terpilih (rincian 402 > 2), maka yang dituliskan adalah keterangan petani dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu. 

Tanyakan nama anggota rumah tangga yang menjadi petani tanaman kehutanan terpilih dengan nilai produksi paling besar selama setahun yang lalu.
Kemudian tuliskan pada tempat yang disediakan. 

Tanyakan hubungan antara anggota rumah tangga pada Rincian 403a dengan kepala rumah tangga.
Lingkari kode hubungan dengan kepala rumah tangga yang sesuai dengan jawaban responden. Kemudian tuliskan kode tersebut pada kotak yang tersedia. 

Lingkari kode 1 s.d 8 untuk ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki oleh anggota rumah tangga yang dimaksud Rincian 403a. Tuliskan kode jawaban pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga. 

Petani dengan nilai produksi paling besar yang dimaksud adalah : Petani yang mendapatkan penghasilan yang paling besar dari usaha budidaya tanaman kehutanan diantara anggota rumah tangga yang lainnya dalam suatu rumah tangga.

Ijazah/STTB adalah  : Surat keterangan/sertifikat yang diperoleh setelah menamatkan pendidikan formal pada tingkatan tertentu seperti SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. 

Sekolah adalah : Pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. 
Tamat sekolah adalah yang menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat belajar/Ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi (kelas akselerasi), tetapi telah lulus ujian akhir, dianggap tamat sekolah. 

Tidak/belum tamat Sekolah Dasar (SD) adalah : Tidak atau belum pernah sekolah dan orang yang sedang mengikuti pendidikan dasar tetapi belum tamat. 

Tamat Sekolah Dasar (SD)/Sederajat adalah tamat Sekolah Dasar 5/6/7 tahun, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, Sekolah Dasar Kecil, Sekolah Dasar Pamong, Paket A atau Madrasah Ibtidaiyah. 

Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)/Sederajat adalah tamat Sekolah Menengah Pertama baik Umum maupun Kejuruan, misalnya : SMP, MULO, HBS 3 tahun, Sekolah Luar Biasa Menengah Tingkat Pertama, Madrasah Tsanawiyah, SKKP, SMEP, SPMP, ST, PGA 4 tahun, SGB, Paket B, dan sebagainya. 

Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/Sederajat adalah tamat Sekolah Menengah Tingkat Atas baik Umum maupun Kejuruan, misalnya : SMA, HBS 5 tahun, AMS, Madrasah Aliyah, SPMA, SMKK, SMEA, STM, SPG, SGO/SMOA, PGA 6 tahun, SAKMA, SAA/SMF, KPAA, Paket C, dan sebagainya. 

Tamat D1/D2 adalah : Mempunyai Ijazah program D1/D2 seperti, program Diploma I dan II PGSLP, D1 sekretaris, D1 komputer, dan sebagainya. 

Tamat Akademi/D3 adalah tamat Akademi atau yang telah mendapatkan gelar Sarjana Muda pada suatu Akademi/Perguruan Tinggi. 
Bagi fakultas yang tidak mengeluarkan gelar Sarjana Muda maka mahasiswa yang duduk di Tingkat 4 atau 5 tetap dimasukkan Sekolah Menengah Tingkat Atas. 

Tamat D4/S1 adalah : Tamat program pendidikan sarjana, diploma IV, akta IV atau V, pada suatu Universitas/Institut/Sekolah Tinggi. 

Tamat S2/S3 adalah : Tamat program pendidikan pasca sarjana, doktor, spesialis I/II pada suatu Universitas/Institut.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tidak/belum tamat SD
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tamat SD/sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Tamat SLTP/sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tamat SLTA/sederajat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Tamat D1/D2
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tamat Akademi/D3
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Tamat D4/S1
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Tamat S2/S3
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V13" name="R501A_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="32" EndPos="32" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan lahan pertanian sawah milik sendiri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
a. Penguasaan lahan pertanian sawah milik sendiri :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.

Tuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V14" name="R501A_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="33" EndPos="38" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan lahan pertanian bukan sawah milik sendiri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
a. Penguasaan lahan  Penguasaan Lahan pertanian bukan sawah milik sendiri :.............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.

Tuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5000" max="100000"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V15" name="R501A_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="39" EndPos="41" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan lahan bukan pertanian milik sendiri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
a. Penguasaan lahan bukan pertanian milik sendiri :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.

Tuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="150" max="720"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V16" name="R501A_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="42" EndPos="47" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah Penguasaan Lahan pertanian sawah milik sendiri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
a. Jumlah Penguasaan Lahan pertanian milik sendiri  :............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai penguasaan lahan dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan pada saat pencacahan.

Tuliskan luas lahan milik sendiri rumah tangga menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah : Penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5200" max="100200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V17" name="R501B_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="48" EndPos="48" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berasal dari pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
b. Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berasal dari pihak lain :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V18" name="R501B_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="49" EndPos="49" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berasal dari pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
b. Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berasal dari pihak lain :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V19" name="R501B_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="50" EndPos="50" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berasal dari pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
b. Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berasal dari pihak lain :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V20" name="R501B_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="51" EndPos="51" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah Penguasaan luas lahan yang berasal dari pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
c. Jumlah Penguasaan Lahan yang berasal dari pihak lain :........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berasal dari pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V21" name="R501C_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="52" EndPos="52" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berada di pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
c. Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang berada di pihak lain :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V22" name="R501C_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="53" EndPos="53" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berada pihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
c. Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang berada di pihak lain :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V23" name="R501C_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="54" EndPos="54" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berada dipihak lain
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
c. Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang berada di pihak lain :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V24" name="R501C_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="55" EndPos="55" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah Penguasaan Lahan pertanian sawah milik sendiri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
c. Jumlah Penguasaan luas lahan yang berada di pihak lain :.............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang berada di pihak lain menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat.
Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V25" name="R501D_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="56" EndPos="56" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang dikuasai
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
d. Penguasaan luas lahan pertanian sawah yang dikuasai :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat. 
Rincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V26" name="R501D_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="57" EndPos="62" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang dikuasai
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
d. Penguasaan luas lahan pertanian bukan sawah yang dikuasai :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat. 
Rincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5000" max="100000"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V27" name="R501D_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="63" EndPos="65" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang dikuasai
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
d. Penguasaan luas lahan bukan pertanian yang dikuasai :...............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat. 
Rincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="150" max="720"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V28" name="R501D_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="66" EndPos="71" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah Penguasaan luas lahan yang dikuasai
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Status Lahan :
d. Jumlah Penguasaan luas lahan yang dikuasai :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan luas lahan yang dikuasai menurut jenis lahan dalam m² bilangan bulat. 
Rincian 501d = R.501a + R.501b - R.501c. Isian Kolom (5) adalah penjumlahan dari Kolom (2) s.d (4).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5200" max="100200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Lahan milik sendiri, berasal dari : 
a. Lahan pembelian, adalah : Lahan yang didapat secara pembelian baik tunai maupun angsuran. 

b. Lahan warisan, adalah : Lahan yang diterima oleh ahli waris berdasarkan pembagian dari harta orang yang telah meninggal dunia. 

c. Lahan hibah, adalah : Lahan yang diterima/didapat secara cuma-cuma dari badan/harta orang yang masih hidup. 

d. Lahan yang dimiliki berdasarkan : 
. Landreform 
. Permohonan biasa 
. Pembagian lahan transmigrasi 
. Pembagian lahan dari pembukaan hutan 
. Hukum adat 
. Penyerahan (konversi) dari program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun) 

PIR-Bun, adalah : Suatu pola pelaksanaan pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.
Pada saat tanaman sudah mulai berproduksi, kebun plasma diserahkan kepada petani peserta 

Lahan yang berasal dari pihak lain, adalah : Lahan yang diperoleh secara sewa, bagi hasil, gadai, bengkok, kawasan hutan maupun lainnya, dimana : 
a. Lahan sewa, adalah : Lahan yang didapat dengan perjanjian sewa yang besarnya sewa sudah ditetapkan terlebih dahulu tanpa melihat besar kecilnya hasil produksi.
Pembayaran sewa dapat berupa uang. 

b. Lahan bagi hasil, adalah  : Lahan sewa tetapi dengan perjanjian besarnya sewa yang akan diserahkan kepada pemilik lahan sudah ditentukan lebih dahulu, seperti setengah atau sepertiga hasil produksi. 

c. Lahan gadai, adalah : Lahan yang berasal dari pihak lain sebagai jaminan pinjaman uang pihak yang menggadaikan lahannya.
Lahan tersebut dikuasai oleh orang yang memberi pinjaman uang sampai pemilik lahan membayar kembali hutangnya. 

d. Lahan bengkok/lahan pelungguh adalah lahan milik desa/kelurahan yang dikuasakan kepada pamong desa atau mantan pamong desa sebagai gaji atau pensiun. 

e. Lahan kawasan hutan, adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 

f. Lainnya, yaitu lahan bebas sewa, serobotan, dan lahan garapan lainnya. 
Lahan yang berada di pihak lain, meliputi : 
a. Lahan yang disewakan 
b. Lahan yang dibagihasilkan 
c. Lahan yang digadaikan 
d. Lainnya, seperti lahan yang diserahkan kepada pihak lain dengan bebas sewa dan lahan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. 

Lahan yang dikuasai, adalah : Lahan milik sendiri ditambah lahan yang berasal dari pihak lain, dikurangi lahan yang berada di pihak lain. 

Lahan pertanian adalah : Lahan yang digunakan untuk usaha budidaya pertanian, meliputi lahan sawah dan lahan bukan sawah. 

Lahan sawah adalah : Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang darimana diperolehnya atau status lahan tersebut. 
Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan (PBB), lahan bengkok, lahan serobotan, rawa yang ditanami padi, dan sebagainya.
 
Macam-macam lahan sawah adalah : 
a. Lahan sawah irigasi (berpengairan) adalah : Lahan sawah yang mendapatkan air dari sistem irigasi baik bangunan penyadap dan jaringannya dikelola oleh Dinas Pengairan Umum maupun oleh masyarakat. 

b. Lahan sawah non irigasi (tak berpengairan), meliputi : 
1. Sawah tadah hujan adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air hujan. 
2. Sawah pasang surut adalah : Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 
3. Sawah lainnya adalah : Lahan sawah lebak, polder, lahan rawa yang ditanami padi dan lain-lain. 

Lahan bukan sawah adalah : Semua lahan pertanian selain lahan sawah, meliputi huma, ladang, tegal, kebun, kolam, tambak, rawa, dan lainnya. 
Tegal/kebun/ladang/huma adalah : Lahan kering yang ditanami tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang, palawija/hortikultura, karet dan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah. 
Lahan bukan pertanian adalah : Semua lahan selain lahan sawah dan lahan bukan sawah seperti lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, termasuk lahan tidur. 
Lahan rumah dan pekarangan adalah : Lahan untuk bangunan rumah serta halaman, biasanya diberi pagar atau batas tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. 
Jika lahan di sekitar rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun, maka dimasukkan ke dalam lahan tegal/kebun. Bagi rumah tangga yang tinggal pada bangunan bertingkat (misalnya pada lantai 3), maka luas bangunan tempat tinggal tersebut sama dengan luas lantai yang ditempatinya. 
Lahan tidur adalah : Lahan yang biasanya digunakan untuk usaha pertanian tetapi sudah tidak dimanfaatkan lebih dari dua tahun. 
Lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan adalah : Lahan atau sebidang tanah yang digunakan suatu rumah tangga untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman kehutanan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya dijual/ditukar dan menanggung risiko.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V29" name="R601A" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="72" EndPos="74" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Belum siap panen/tebang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya tanaman kehutanan terpilih pada saat pencacahan :
a. Belum siap panen/tebang :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini bertujuan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih, yaitu budidaya, produksi, ongkos produksi, dan pasca panen selama setahun yang lalu. Setahun yang lalu adalah mulai bulan pencacahan (mei-juli 2014) mundur sampai dengan bulan yang sama tahun 2013. 

Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang belum siap panen/tebang yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="11" max="190"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Tanaman kehutanan yang belum siap panen/tebang adalah : Tanaman kehutanan yang belum cukup umur dan secara ekonomis belum dapat dipanen/ditebang (belum bisa dimanfaatkan).
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V30" name="R601B" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="75" EndPos="76" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Siap panen/tebang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya tanaman kehutanan terpilih pada saat pencacahan :
b. Siap panen/tebang :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini bertujuan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih, yaitu budidaya, produksi, ongkos produksi, dan pasca panen selama setahun yang lalu. Setahun yang lalu adalah mulai bulan pencacahan (mei-juli 2014) mundur sampai dengan bulan yang sama tahun 2013. 

Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang siap panen/tebang yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="50"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Tanaman kehutanan siap panen/tebang adalah : Tanaman kehutanan yang sudah cukup umur dan secara ekonomis sudah dapat dipanen/ditebang atau digunakan kayunya.
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V31" name="R601C" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="77" EndPos="79" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Jumlah (a+b)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya tanaman kehutanan terpilih pada saat pencacahan :
c. Jumlah (a+b) :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini bertujuan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih, yaitu budidaya, produksi, ongkos produksi, dan pasca panen selama setahun yang lalu. Setahun yang lalu adalah mulai bulan pencacahan (mei-juli 2014) mundur sampai dengan bulan yang sama tahun 2013. 

Rincian 601c = Rincian 601a + Rincian 601b]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="16" max="200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V32" name="R602A" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="80" EndPos="82" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Umur kurang dari 3 tahun
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :
a. Umur kurang dari 3 tahun :............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan yang berumur kurang dari 3 tahun.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="11" max="190"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V33" name="R602B" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="83" EndPos="84" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Umur 3 sampai dengan 8 tahun
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :
b. Umur 3 sampai dengan 8 tahun :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan yang berumur antara 3 sampai dengan 8 tahun.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="2" max="50"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V34" name="R602C" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="85" EndPos="86" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. umur lebih dari 8 tahun
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :
c. Umur lebih dari 8 tahun :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya tanaman kehutanan terpilih yang dikuasai oleh rumah tangga pada saat pencacahan yang berumur lebih dari 8 tahun.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="3" max="50"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V35" name="R602D" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="87" EndPos="89" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        d. Jumlah (a+b+c)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Banyaknya tanaman kehutanan terpilih menurut umur pada saat pencacahan :
d. Jumlah (a+b+c) :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Rincian 602d = Rincian 602a + Rincian 602b + Rincian 602c.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="16" max="200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V36" name="R603" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="90" EndPos="90" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Cara penanaman utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Cara penanaman utama :..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika ditanam secara teratur dan lingkari kode 2 jika ditanam secara tidak teratur. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 
Jika tanaman kehutanan ditanam di dua bidang yang berbeda dengan cara penanaman yang berbeda (teratur dan tidak teratur), maka pilih cara penanaman yang teratur.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Cara tanam teratur adalah : Acara tanam yang dilakukan dengan jarak antar tanaman mengikuti pola teratur (jarak antar tanam teratur).
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Teratur
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak teratur (langsung ke R.605)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V37" name="R604A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="91" EndPos="92" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Jarak panjang tanam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 603 berkode 1
a. Jarak panjang tanam :........m]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan rata-rata jarak tanam dari tanaman kehutanan terpilih dalam satuan meter (m) dengan satu angka di belakang koma. Tuliskan ukuran jarak tanam pada tempat yang disediakan ... , … m × ... , … m dan tuliskan pada kotak yang telah tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="7" max="10"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Jarak tanam adalah rata-rata jarak antara tanaman kehutanan satu dengan tanaman kehutanan lainnya.
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V38" name="R604B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="93" EndPos="94" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Jarang lebar tanam
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 603 berkode 1
b. Jarak panjang tanam :........m]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan rata-rata jarak tanam dari tanaman kehutanan terpilih dalam satuan meter (m) dengan satu angka di belakang koma. Tuliskan ukuran jarak tanam pada tempat yang disediakan ... , … m × ... , … m dan tuliskan pada kotak yang telah tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="8" max="10"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Jarak tanam adalah rata-rata jarak antara tanaman kehutanan satu dengan tanaman kehutanan lainnya.
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V39" name="R605" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="95" EndPos="95" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sistem penanaman utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Sistem penanaman utama :..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 apabila sistem penanaman yang digunakan adalah tunggal, lingkari kode 2 bila tanaman sela, lingkari kode 3 bila campuran, dan lingkari kode 4 bila terpencar. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 

Jika kode yang terpilih adalah kode 4 maka langsung ke Rincian 607.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sistem penanaman tunggal apabila sebidang lahan ditanami satu jenis tanaman dengan jarak tanam yang relatif teratur. 

Sistem penanaman sela apabila sebidang lahan ditanami dua jenis tanaman yang berbeda (tanaman musiman dan tanaman tahunan). Contohnya diantara pohon jati ditanami jagung. 
Sistem penanaman campuran apabila sebidang lahan ditanami beberapa jenis tanaman tahunan. Seperti tanaman sengon dengan akasia, dll. 

Sistem penanaman terpencar apabila cara penanaman tanaman tidak pada bidang tersendiri dan tidak memperhatikan jarak tanam.
Seperti di pinggir lahan atau di galengan dan jarak tanamnya lebih dari 3 kali jarak tanam normal. 

Jika tanaman kehutanan ditanam di dua bidang atau lebih dengan sistem penanaman yang berbeda-beda, maka pilih sistem penanaman di bidang yang terluas.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Tunggal
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tanaman sela
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Campuran
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Terpancar (langsung ke R.607)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V40" name="R606A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="96" EndPos="100" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penggunaa lahan untuk kehutanan (m2) :
a. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan luas lahan yang diusahakan untuk budidaya tanaman kehutanan dalam m² bilangan bulat.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10000" max="10000"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V41" name="R606B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="101" EndPos="105" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penggunaa lahan untuk kehutanan (m2) :
b. Luas lahan yang diusahakan untuk kegiatan tanaman kehutanan terpilih :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan luas lahan yang diusahakan khusus untuk budidaya tanaman kehutanan terpilih dalam m² bilangan bulat.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10000" max="10000"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V42" name="R607A_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="106" EndPos="107" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Banyaknya jumlah tanaman siap panen/tebang pada saat pencacahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen/ditebang dan tanaman siap panen/tebang :
a. Banyaknya jumlah tanaman siap panen/tebang pada saat pencacahan :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih siap panen/tebang yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan pada Kolom (2), dan perkiraan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai tanaman ini berdasarkan harga pada saat pencacahan
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="50"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: 
1. Untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). 

2. Untuk tanaman siap penen/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V43" name="R607A_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="108" EndPos="112" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Nilai jumlah tanaman siap panen/tebang pada saat pencacahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen/ditebang dan tanaman siap panen/tebang :
a. Nilai jumlah tanaman siap panen/tebang pada saat pencacahan : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih siap panen/tebang yang dikuasai rumah tangga pada saat pencacahan pada Kolom (2), dan perkiraan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai tanaman ini berdasarkan harga pada saat pencacahan
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1200" max="40000"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: 
1. Untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). 

2. Untuk tanaman siap penen/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V44" name="R607B_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="113" EndPos="114" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Banyaknya panen/ditebang selama setahun yang lalu
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen/ditebang dan tanaman siap panen/tebang :
b. Banyaknya panen/ditebang selama setahun yang lalu :............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen/ditebang selama setahun yang lalu pada Kolom (2), dan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai pemanenan/penebangan tanaman ini berdasarkan harga pada saat tanaman dipanen/ditebang.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="6" max="15"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: 
1. Untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). 

2. Untuk tanaman siap penen/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V45" name="R607B_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="115" EndPos="118" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Nilai panen/ditebang selama setahun yang lalu
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen/ditebang dan tanaman siap panen/tebang :
b. Nilai panen/ditebang selama setahun yang lalu : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen/ditebang selama setahun yang lalu pada Kolom (2), dan nilai tanaman tersebut pada Kolom (3). Pengisian nilai pemanenan/penebangan tanaman ini berdasarkan harga pada saat tanaman dipanen/ditebang.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="700" max="2100"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: 
1. Untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). 

2. Untuk tanaman siap penen/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V46" name="R607C_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="119" EndPos="120" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Banyaknya jumlah tanaman setahun yang lalu
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen/ditebang dan tanaman siap panen/tebang :
c. Banyaknya jumlah tanaman setahun yang lalu {a+b} (rumus hanya untuk kolom 2) (Kolom 3 adalah perkiraan nilai setahun yang lalu) :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen/ditebang dan atau siap panen/tebang pada kondisi setahun yang lalu pada Kolom (2). Berdasarkan rumus : 
Rincian 607 c = Rincian 607 a + Rincian 607 b
Sedangkan untuk nilai pada Kolom (3) diisi berdasarkan perkiraan nilai tanaman setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="55"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: 
1. Untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). 

2. Untuk tanaman siap penen/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V47" name="R607C_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="121" EndPos="125" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Nilai jumlah tanaman setahun yang lalu
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen/ditebang dan tanaman siap panen/tebang :
c. Nilai jumlah tanaman setahun yang lalu {a+b} (rumus hanya untuk kolom 2) (Kolom 3 adalah perkiraan nilai setahun yang lalu) : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih yang sudah dipanen/ditebang dan atau siap panen/tebang pada kondisi setahun yang lalu pada Kolom (2). Berdasarkan rumus : 
Rincian 607 c = Rincian 607 a + Rincian 607 b
Sedangkan untuk nilai pada Kolom (3) diisi berdasarkan perkiraan nilai tanaman setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="100" max="30000"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: 
1. Untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). 

2. Untuk tanaman siap penen/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V48" name="R607D_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="126" EndPos="130" width="5" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        d. Nilai pertambahan nilai selama setahun (a+b-c)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Perubahan nilai dari tanaman yang dipanen/ditebang dan tanaman siap panen/tebang :
d. Nilai pertambahan nilai selama setahun (a+b-c) : Rp...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan pertambahan nilai tanaman kehutanan terpilih yang dibudidayakan pada kondisi setahun yang lalu pada Kolom (3). 
R.607d Kol. (3) = R.607a Kol. (3) + R.607b Kol. (3) - R.607c Kol. (3)]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="200" max="20600"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Rincian ini bertujuan mendapatkan selisih nilai: 
1. Untuk tanaman yang sudah dipanen/ditebang adalah : nilai antara saat dipanen/ditebang dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013). 

2. Untuk tanaman siap penen/tebang adalah : perkiraan nilai saat pencacahan dengan perkiraan nilai setahun yang lalu (Mei 2013).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V49" name="R608" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="131" EndPos="131" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah selama setahun yang lalu melakukan permanen/penebangan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apakah selama setahun yang lalu melakukan permanen/penebangan ?..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1, apabila selama setahun yang lalu pernah melakukan pemanenan/penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih, baik pemanenan sendiri, diijonkan maupun ditebaskan dan lingkari kode 2 apabila tidak melakukan pemanenan/penebangan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 

Apabila Rincian 608 berkode 2, maka langsung ke Blok VI C.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V50" name="R609A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="132" EndPos="132" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Dipanen/ditebang sendiri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Cara penebangan/pemanenan :
a. Dipanen/ditebang sendiri :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tanyakan satu persatu tentang cara pemanenan/penebangan, lingkari kode 1, 3, dan atau 5 "Ya" apabila rumah tangga melakukan pemanenan/penebangan dengan cara yang disebutkan, lingkari kode 2, 4, dan atau 6 "Tidak" apabila rumah tangga tidak melakukan pemanenan/penebangan dengan cara yang disebutkan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Ditebang sendiri adalah : Melakukan penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih baik dilakukan sendiri maupun menggunakan buruh. 
Diijonkan adalah menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman masih sangat muda atau belum siap untuk dipanen/ditebang. 

Ditebaskan adalah : Menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman sudah siap untuk dipanen/ditebang.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V51" name="R609B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="133" EndPos="133" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Diijonkan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Cara penebangan/pemanenan :
b. Diijonkan :..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tanyakan satu persatu tentang cara pemanenan/penebangan, lingkari kode 1, 3, dan atau 5 "Ya" apabila rumah tangga melakukan pemanenan/penebangan dengan cara yang disebutkan, lingkari kode 2, 4, dan atau 6 "Tidak" apabila rumah tangga tidak melakukan pemanenan/penebangan dengan cara yang disebutkan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="3" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Ditebang sendiri adalah : Melakukan penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih baik dilakukan sendiri maupun menggunakan buruh. 

Diijonkan adalah menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman masih sangat muda atau belum siap untuk dipanen/ditebang. 

Ditebaskan adalah : Menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman sudah siap untuk dipanen/ditebang.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V52" name="R609C" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="134" EndPos="134" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Ditebaskan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Cara penebangan/pemanenan :
d. Ditebaskan :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tanyakan satu persatu tentang cara pemanenan/penebangan, lingkari kode 1, 3, dan atau 5 "Ya" apabila rumah tangga melakukan pemanenan/penebangan dengan cara yang disebutkan, lingkari kode 2, 4, dan atau 6 "Tidak" apabila rumah tangga tidak melakukan pemanenan/penebangan dengan cara yang disebutkan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Ditebang sendiri adalah : Melakukan penebangan terhadap tanaman kehutanan terpilih baik dilakukan sendiri maupun menggunakan buruh. 

Diijonkan adalah menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman masih sangat muda atau belum siap untuk dipanen/ditebang. 

Ditebaskan adalah : Menjual tanaman kepada pihak lain, biasanya tengkulak, ketika usia tanaman sudah siap untuk dipanen/ditebang.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V53" name="R610A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="135" EndPos="135" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Rata-rata umur tanaman pada saat panen/ditebang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
a. Rata-rata umur tanaman pada saat panen/ditebang :..........Tahun]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Tuliskan berapa tahun rata-rata umur tanaman kehutanan terpilih saat dipanen/ditebang (tahun).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="9" max="9"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V54" name="R610B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="136" EndPos="137" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Rata-rata diameter tanaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
b. Rata-rata diameter tanaman :......Cm]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Tuliskan berapa rata-rata diameter tanaman kehutanan terpilih saat dipanen/ditebang dalam satuan sentimeter (cm).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="25" max="25"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V55" name="R610C" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="138" EndPos="138" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Pemanenan/penebangan sebagian besar dilakukan oleh
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
c. Pemanenan/penebangan sebagian besar dilakukan oleh :.............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Lingkari salah satu kode 1 s.d 4 sesuai dengan jawaban responden. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Petani dan keluarganya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Buruh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Pemborong
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V56" name="R610D" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="139" EndPos="139" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        d. Alat panen/tebang utama yang digunakan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
d. Alat panen/tebang utama yang digunakan :........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Lingkari salah satu kode 1 s.d 5 sesuai dengan jawaban responden. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="5"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Gergaji/Chainsaw
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Kampak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Parang/golok
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Sabit
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V57" name="R610E1" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="140" EndPos="140" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        e. Produk utama : i. satuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
e. Produk utama : i. Satuan :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Lingkari kode 1 untuk satuan pohon dan kode 2 untuk satuan m3. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 
Jika satuan produksi utama selain pohon dan m3, maka harus dikonversi ke satuan tersebut.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Produksi utama adalah hasil panen utama dari usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Pohon
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          M3
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V58" name="R610E2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="141" EndPos="142" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        <![CDATA[e. Produk  utama : ii. Volume/banyaknya]]>
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
e. Produk  utama : ii. Volume/banyaknya :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Tuliskan volume/banyaknya tanaman yang dipanen/ditebang sendiri.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="15" max="15"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Produksi utama adalah hasil panen utama dari usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V59" name="R610E3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="143" EndPos="145" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        e. Produk utama : iii. Nilai
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
e. Produk utama : iii. Nilai (000 Rp) :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Tuliskan nilai tanaman yang dipanen/ditebang dalam satuan ribuan rupiah. Nilai tanaman adalah harga tanaman kehutanan terpilih pada saat dipanen/ditebang.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="700" max="700"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Produksi utama adalah hasil panen utama dari usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih.
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V60" name="R610F" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="146" EndPos="151" width="6" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        f. Jika rincian 610 e ada isian, nilai produksi ikutan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika rincian 609 kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) :
f. Jika rincian 610 e ada isian, nilai produksi ikutan]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609a kode 1 dilingkari (dipanen/ditebang sendiri) .

Tuliskan nilai produksi ikutan dari tanaman kehutanan terpilih yang dipanen/ditebang dalam satuan ribuan rupiah. Jika jenis produksi ikutan lebih dari satu, maka nilai produksi ikutan adalah jumlah total dari nilai semua jenis produksi ikutan yang dihasilkan oleh tanaman kehutanan terpilih.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="700000" max="700000"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Produksi ikutan adalah : Produk yang dihasilkan bersama dengan produk utama dan mempunyai nilai jual.
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V61" name="R611A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="152" EndPos="152" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Rata-rata umur tanaman pada saat ditebaskan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :
a. Rata-rata umur tanaman pada saat ditebaskan :.........Tahun]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan) 

Tuliskan rata-rata umur tanaman kehutanan terpilih pada saat diijonkan (tahun).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V62" name="R611B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="153" EndPos="153" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Rata-rata diameter tanaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :
b. Rata-rata diameter tanaman :............Cm]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan).

Tuliskan rata-rata diameter tanaman kehutanan terpilih saat ditebang dalam satuan sentimeter (cm).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan)
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V63" name="R611C" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="154" EndPos="154" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Jumlah tanaman yang diijonkan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :
c. Jumlah tanaman yang diijonkan :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan).

Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih pada saat diijonkan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan)
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V64" name="R611D" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="155" EndPos="155" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        d. Nilai tanaman yang diijonkan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (diijonkan) :
d. Nilai tanaman yang diijonkan (000) : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan).

Tuliskan nilai tanaman kehutanan terpilih yang diijonkan dalam satuan ribuan rupiah. Nilai tanaman adalah pada saat diijonkan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Jika Rincian 609 kode 3 dilingkari (diijonkan)
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V65" name="R612A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="156" EndPos="156" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Rata-rata umur tanaman pada saat di tebaskan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :
a. Rata-rata umur tanaman pada saat di tebaskan :......... Tahun]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).

Tuliskan rata-rata umur tanaman kehutanan terpilih pada saat ditebaskan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="8" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V66" name="R612B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="157" EndPos="159" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Rata-rata diameter tanaman
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :
b. Rata-rata diameter tanaman :...........Cm]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).

Tuliskan rata-rata diameter tanaman kehutanan terpilih saat ditebang dalam satuan sentimeter (cm).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="100" max="100"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V67" name="R612C" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="160" EndPos="160" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Jumlah tanaman yang ditebaskan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :
c. Jumlah tanaman yang ditebaskan :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).

Tuliskan jumlah tanaman kehutanan terpilih pada saat cara ditebaskan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="6" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V68" name="R612D" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="161" EndPos="164" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        d. Nilai tanaman yang ditebaskan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan) :
d. Nilai tanaman yang ditebaskan (000) : Rp.......]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Jika Rincian 609 kode 5 dilingkari (ditebaskan).

Tuliskan nilai tanaman kehutanan terpilih yang ditebaskan dalam satuan ribuan rupiah. Nilai tanaman adalah pada saat ditebaskan.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="2100" max="2100"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V69" name="R613A_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="165" EndPos="167" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Banyaknya pupuk urea
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
Banyaknya pupuk urea :.......Kg]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="125"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V70" name="R613A_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="168" EndPos="170" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Nilai pupuk urea
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
a. Nilai pupuk urea : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="100" max="225"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V71" name="R613B_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="171" EndPos="173" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Banyaknya pupuk Kandang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
b. Banyaknya pupuk Kandang :..........Kg]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="500" max="500"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V72" name="R613B_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="174" EndPos="176" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Nilai Pupuk Kandang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
b. Nilai Pupuk Kandang : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pupuk urea yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk urea pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="500" max="500"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V73" name="R613C_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="177" EndPos="177" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Banyaknya pupuk kompos
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
c. Banyaknya pupuk kompos :...........Kg]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pupuk kompos yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk kompos pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V74" name="R613C_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="178" EndPos="178" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Nilai pupuk kompos
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
c. Nilai pupuk kompos : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pupuk kompos yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dan nilai pupuk kompos pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V75" name="R613D_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="179" EndPos="179" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        d. Nilai Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
d. Nilai Lainnya : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan nilai pupuk lainnya yang digunakan untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih selama setahun yang lalu pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V76" name="R614A_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="180" EndPos="180" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Banyaknya pestisida padat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
a. Banyaknya pestisida padat :..........Kg]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pestisida padat yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida padat pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V77" name="R614A_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="181" EndPos="181" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Nilai pestisida padat
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
a. Nilai pestisida padat : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pestisida padat yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida padat pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V78" name="R614B_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="182" EndPos="182" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Banyaknya pestisida cair
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
b. Banyaknya pestisida cair :..........Kg]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pestisida cair yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida cair pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="5"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V79" name="R614B_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="183" EndPos="184" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Nilai pestisida cair
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Sarana produksi :
b. Nilai pestisida cair : Rp............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan banyaknya pestisida cair yang digunakan selama setahun yang lalu untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih pada Kolom (3) dengan dua angka di belakang koma, dan nilai pestisida cair pada Kolom (4) dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="60"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V80" name="R615_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="185" EndPos="187" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jumlah sarana produksi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jumlah sarana produksi (613a+613b+613c+613d+614a+614b) : Rp.............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Jumlah (R.613a + R.613b + R.613c + R.613d + R.614a + R.614b)
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="500"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V81" name="R616A_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="188" EndPos="188" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pekerja dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :
a. Pekerja dibayar laki-laki :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja dibayar perempuan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="2" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V82" name="R616A_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="189" EndPos="189" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pekerja dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :
a. Pekerja dibayar perempuan :............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja dibayar perempuan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V83" name="R616B_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="190" EndPos="190" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Pekerja tidak dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :
b. Pekerja tidak dibayar laki-laki :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja tidak dibayar perempuan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="1"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V84" name="R616B_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="191" EndPos="191" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Pekerja tidak dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :
b. Pekerja tidak dibayar perempuan :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan pada Kolom (2) untuk jumlah pekerja tidak dibayar laki-laki dan pada Kolom (3) untuk jumlah pekerja tidak dibayar perempuan.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="1"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V85" name="R616C_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="192" EndPos="192" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :
c. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar laki-laki :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Rincian 616c = Rincian 616a + Rincian 616b untuk masing-masing kolom
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="3"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bekerja adalah : Melakukan pekerjaan paling sedikit satu jam berturut-turut selama seminggu yang lalu dengan maksud untuk memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan.
Pekerja keluarga yang tidak dibayar termasuk kelompok penduduk yang bekerja. 

Pekerja dibayar adalah : Semua orang yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan mendapat upah/gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya baik berupa uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar adalah : Orang yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan tidak menerima upah dan gaji sebagaimana yang berlaku di perusahaan/usaha tersebut.
Tenaga kerja ini biasanya berasal dari pekerja pemilik/pengusaha dan pekerja keluarga lainnya. 

Usaha jasa pertanian adalah : Kegiatan yang dilakukan baik oleh perorangan maupun badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak yang dibayarkan untuk kegiatan pengolahan lahan, penanaman tanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian OPT, pemanenan, dan pengangkutan hasil. 
Contoh : Nilai jasa pertanian dalam budidaya tanaman kehutanan antara lain adalah upah tenaga kerja borongan pengolahan lahan, pemanenan, jasa pengendalian OPT, dsb.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V86" name="R616C_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="193" EndPos="193" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Jumlah tenaga kerja selama setahun yang lalu (orang) :
c. Jumlah tenaga kerja dibayar dan tidak dibayar perempuan : .............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Rincian 616c = Rincian 616a + Rincian 616b untuk masing-masing kolom
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="1"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Bekerja adalah : Melakukan pekerjaan paling sedikit satu jam berturut-turut selama seminggu yang lalu dengan maksud untuk memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan.
Pekerja keluarga yang tidak dibayar termasuk kelompok penduduk yang bekerja. 

Pekerja dibayar adalah : Semua orang yang biasanya bekerja di perusahaan/usaha dengan mendapat upah/gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya baik berupa uang maupun barang. 

Pekerja tidak dibayar adalah : Orang yang bekerja pada perusahaan/usaha dengan tidak menerima upah dan gaji sebagaimana yang berlaku di perusahaan/usaha tersebut.
Tenaga kerja ini biasanya berasal dari pekerja pemilik/pengusaha dan pekerja keluarga lainnya. 

Usaha jasa pertanian adalah : Kegiatan yang dilakukan baik oleh perorangan maupun badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak yang dibayarkan untuk kegiatan pengolahan lahan, penanaman tanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian OPT, pemanenan, dan pengangkutan hasil. 
Contoh : Nilai jasa pertanian dalam budidaya tanaman kehutanan antara lain adalah upah tenaga kerja borongan pengolahan lahan, pemanenan, jasa pengendalian OPT, dsb.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V87" name="R617A_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="194" EndPos="196" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja dibayar laki-laki : Rp.............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="8" max="100"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V88" name="R617A_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="197" EndPos="197" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja dibayar perempuan : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V89" name="R617A_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="198" EndPos="200" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja tidak dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja tidak dibayar laki-laki : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="7" max="400"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V90" name="R617A_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="201" EndPos="203" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja tidak dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja tidak dibayar perempuan : Rp...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="6" max="200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V91" name="R617A_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="204" EndPos="204" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Nilai jasa pertanian pemeliharaan/penyiangan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
a. Nilai jasa pertanian pemeliharaan/penyiangan : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V92" name="R617B_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="205" EndPos="205" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Pemupukan pekerja dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
b. Pemupukan pekerja dibayar laki-laki : Rp........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V93" name="R617B_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="206" EndPos="206" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Pemupukan pekerja dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
b. Pemupukan pekerja dibayar perempuan : Rp........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V94" name="R617B_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="207" EndPos="209" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Pemupukan pekerja tidak dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
b. Pemupukan pekerja tidak dibayar laki-laki : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="60" max="200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V95" name="R617B_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="210" EndPos="212" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Pemupukan pekerja tidak dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
b. Pemupukan pekerja tidak dibayar perempuan : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="50" max="150"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V96" name="R617B_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="213" EndPos="213" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        b. Nilai jasa pertanian pemupukan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
b. Nilai jasa pertanian pemupukan : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V97" name="R617C_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="214" EndPos="215" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Pengendalian OPT pekerja dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
c. Pengendalian OPT pekerja dibayar laki-laki : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="8" max="60"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V98" name="R617C_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="216" EndPos="216" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Pengendalian OPT pekerja dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
c. Pengendalian OPT pekerja dibayar perempuan : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V99" name="R617C_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="217" EndPos="217" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
c. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar laki-laki : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V100" name="R617C_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="218" EndPos="218" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
c. Pengendalian OPT pekerja tidak dibayar perempuan : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V101" name="R617C_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="219" EndPos="220" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        c. Nilai jasa pertanian pengendalian OPT
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
c. Nilai jasa pertanian pengendalian OPT : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="50" max="50"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V102" name="R617D_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="221" EndPos="224" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1370" max="1370"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V103" name="R617D_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="225" EndPos="225" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V104" name="R617D_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="226" EndPos="229" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja tidak dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="70" max="2200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V105" name="R617D_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="230" EndPos="232" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Pemeliharaan/penyiangan pekerja tidak dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="570" max="570"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V106" name="R617D_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="233" EndPos="235" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        a. Nilai jasa pertanian pemeliharaan/penyiangan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="900" max="900"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V107" name="R617E_K2" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="236" EndPos="239" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        f. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
f. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar laki-laki : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="16" max="1370"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V108" name="R617E_K3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="240" EndPos="240" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        f. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
f. Jumlah balas jasa tenaga kerja dibayar perempuan : Rp..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V109" name="R617E_K4" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="241" EndPos="244" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        f. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar laki-laki
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
f. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar laki-laki : Rp...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="7" max="2200"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V110" name="R617E_K5" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="245" EndPos="247" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        f. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar perempuan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
f. Jumlah balas jasa tenaga kerja tidak dibayar perempuan : Rp.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="6" max="570"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V111" name="R617E_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="248" EndPos="250" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        f. Jumlah nilai jasa pertanian
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Balas jasa tenaga kerja dan nilai pertanian menurut jenis pekerjaan selama setahun yang lalu (000 Rp) :
f. Jumlah nilai jasa pertanian : Rp......]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan nilai balas jasa pekerja dibayar laki-laki dan perempuan serta nilai jasa pertanian sesuai dengan jenis pekerjaan (pemeliharaan/penyiangan, pemupukan, pengendalian OPT, dan pemanenan/penebangan) selama setahun yang lalu pada kolom-kolom yang bersesuaian. 

Untuk Rincian 617e merupakan hasil penjumlahan dari Rincian 617a s.d Rincian 617d dari kolom-kolom yang bersesuaian. 
R.617e = R.617a + R.617b + R.617c + R.617c 
Jika 610c terisi kode 1 atau 2 periksa isian 616a dan 617d.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="50" max="900"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pemupukan dimaksudkan agar lahan mempunyai unsur hara yang cukup, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 

Selain untuk menambah kesuburan, pemupukan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi lahan kritis yang kekurangan unsur hara supaya mudah ditanami kembali. 

Pengendalian OPT bertujuan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan seminimal mungkin dapat terhindar dari organisme pengganggu. 

Pemeliharaan adalah : Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiangan, pendangiran, pemangkasan, dan penjarangan. 

Penyiangan adalah : Membebaskan tanaman pokok dari tanaman pengganggu dengan cara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. 

Pendangiran yaitu : Usaha menggemburkan tanah di sekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. 

Pemangkasan adalah : Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna. 

Pemanenan/penebangan adalah : Suatu kegiatan memproduksi kayu bulat (log).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V112" name="R618_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="251" EndPos="252" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Penyusutan barang modal
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Penyusutan barang modal : Rp.........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan besarnya nilai penyusutan barang modal selama setahun yang lalu pada kotak yang tersedia dalam satuan ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="35" max="75"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Barang modal adalah : Seluruh peralatan dan prasarana fisik yang digunakan dalam proses produksi, seperti mesin, kendaraan, gedung, jalan, jembatan, dan lain-lain. 

Penyusutan barang modal adalah besarnya pengurangan (penyusutan) nilai suatu barang modal karena telah digunakan dalam proses produksi selama periode tertentu (selama setahun).]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V113" name="R619_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="253" EndPos="254" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pajak tak langsung (PPN, Bea balik nama, dll)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Pajak tak langsung (PPN, Bea balik nama, dll) : Rp......
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan besarnya pengeluaran pajak tak langsung selama setahun yang lalu pada kotak yang tersedia dalam satuan ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="50"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Pajak tak langsung adalah pajak yang tidak langsung dikenakan kepada wajib pajak yang bersangkutan, tetapi dilimpahkan dan dibebankan pada wajib pajak lainnya. Contoh : PPN, Bea balik Nama, dll.
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V114" name="R620_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="255" EndPos="256" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sewa alat tanpa operator
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Sewa alat tanpa operator : Rp..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan besarnya pengeluaran untuk sewa alat tanpa operator pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="50" max="50"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V115" name="R621_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="257" EndPos="257" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sewa lahan dan bunga modal
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Sewa lahan dan bunga modal : Rp..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan besarnya pengeluaran untuk sewa lahan dan bunga modal pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V116" name="R622_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="258" EndPos="258" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jasa kehutanan lainnya (jasa pengamanan hutan, dll)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jasa kehutanan lainnya (jasa pengamanan hutan, dll) : Rp..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan besarnya pengeluaran jasa kehutanan lainnya seperti jasa pengamanan kehutanan pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V117" name="R623_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="259" EndPos="262" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Pengeluaran lainnya (pengangkutan, PPH, PBB, Pajak bermotor, PNBP, dll)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Pengeluaran lainnya (pengangkutan, PPH, PBB, Pajak bermotor, PNBP, dll) : Rp..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tuliskan besarnya pengeluaran lainnya untuk usaha budidaya tanaman kehutanan pada kotak yang tersedia dalam ribuan rupiah. 
Rincian 623 harus ada isian, minimal untuk PBB lahan selama setahun.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="10" max="1350"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V118" name="R624_K6" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="263" EndPos="266" width="4" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Total Pengeluaran
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Total Pengeluaran {R.615 kol 4+ R.617e kol 2+ R.617e kol3 + R.617e kol 4+ R.617e kol 5+ R.617e kol 6+ R.618+ R.619+ R.620+ R.621+ R.622+ R.23}  Rp...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[[R.615 Kol.(4) + R.617e Kol.(2) + R.617e Kol.(3) + R.617e Kol. (4) + R.617e Kol.(5) + R.617e Kol.(6) + R.618 + R.619 + R.620 + R.621 + R.622 + R.623] 

R.624 adalah penjumlahan dari R.615 Kol.(4), R.617e Kol.(2), R.617e Kol.(3), R.617e Kol.(4), R.617e Kol.(5), R.617e Kol.(6), R.618, R.619, R.620, R.621, R.622, dan R.623]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="59" max="6390"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V119" name="R625A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="267" EndPos="267" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah dalam pemasaran hasil produksi mengalami kesulitan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apakah dalam pemasaran hasil produksi mengalami kesulitan ?..............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari kode 1 apabila mengalami kesulitan dalam melakukan pemasaran hasil produksi tanaman kehutanan terpilih atau kode 2 apabila tidak. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak (langsung ke rincian 626)
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V120" name="R625B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="268" EndPos="268" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apabila rincian 625a berkode 1, penyebab kesulitan yang utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apabila rincian 625a berkode 1, penyebab kesulitan yang utama :........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari kode 1 jika kesulitan utamanya adalah sarana transportasi yang terbatas, lingkari kode 2 jika biaya transportasi mahal, lingkari kode 3 jika persyaratan kualitas, lingkari kode 4 jika jarak tempat pemasaran yang jauh, atau kode 5 jika lainnya. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="5"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Sarana transportasi terbatas adalah : Sulitnya pemasaran yang diakibatkan oleh terbatasnya sarana transportasi di daerah tersebut. 

Biaya transportasi mahal adalah : Mahalnya biaya angkut produksi dari tempat usaha ke tempat pemasaran. 

Persyaratan kualitas adalah :  Sulitnya pemasaran yang diakibatkan oleh tidak terpenuhinya persyaratan yang diminta pembeli.
Contohnya ketika diameter pohon kurang sesuai dan sebagainya. 

Jarak tempat pemasaran yang jauh adalah : Sulitnya pemasaran diakibatkan jauhnya jarak yang yang harus ditempuh untuk menuju lokasi pemasaran.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Sarana transportasi terbatas
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Biaya transportasi mahal
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Persyaratan kualitas
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Jarak ketempat pemasaran jauh
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V121" name="R626" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="269" EndPos="269" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sebagian besar hasil produksi di jual ke
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Sebagian besar hasil produksi di jual ke :............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari kode 1 jika sebagian besar hasil produksi dijual kepada pedagang keliling/pengumpul, kode 2 jika dijual ke koperasi/kelompok tani hutan, kode 3 jika dijual ke pasar, kode 4 jika dijual ke perusahaan/ industri pemakai, kode 5 jika dijual ke Perhutani/inhutani, atau kode 6 jika lainnya. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Pedagang keliling/pengumpul adalah : Orang yang biasa melakukan pembelian hasil produksi kehutanan dari masyarakat. 

Perusahaan/industri pemakai adalah : Perusahaan yang biasa melakukan pembelian hasil produksi kehutanan dari masyarakat, biasanya untuk diolah lebih lanjut.
Contohnya perusahaan kayu gergajian, dsb. 

Perhutani adalah : Badan Usaha Milik Negara berbentuk Perusahaan Umum (Perum) sebagai pengelola sumberdaya hutan di Pulau Jawa. 

Inhutani adalah : Badan Usaha Milik Negara di sektor kehutanan, dengan unit bisnis utama meliputi usaha di bidang industri pengolahan kayu, pengelolaan hutan alam, dan pengelolaan hutan tanaman. 

BUMN/BUMD adalah : Badan usaha yang sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia atau Pemerintah Daerah. 

Lainnya adalah : Selain yang disebutkan di atas. Contohnya perorangan/rumah tangga.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Pedagang keliling/pengumpul
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Koperasi/kelompok tani hutan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Pasar
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Perusahaan swasta/industri pemakai
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Perhutani/inhutani/BUMN/BUMD
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V122" name="R627A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="270" EndPos="270" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sebagian besar hasil produksi tanaman kehutanan dijual dalam bentuk
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Sebagian besar hasil produksi tanaman kehutanan dijual dalam bentuk :..........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika hasil produksi tanaman kehutanan sebagian besar dijual dalam Batang/pohon, atau lingkari kode 2 jika dijual dalam bentuk olahan. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Produk olahan adalah : Bentuk produksi dari proses pengolahan bahan baku (bahan mentah atau bahan setengah jadi). Contoh: balok, papan, kayu gergajian, dll.
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Batang/pohon
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Olahan
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V123" name="R627B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="271" EndPos="271" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apabila rincian 627a berkode 2, apakah diolah sendiri/dikerjakan sendiri
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apabila rincian 627a berkode 2, apakah diolah sendiri/dikerjakan sendiri :.........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari kode 1 jika melakukan pengolahan sendiri atau kode 2 jika tidak melakukan pengolahan sendiri. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V124" name="R627C" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="272" EndPos="272" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apabila rincian 627b berkode 1, alat pengolahan utama yang digunakan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Apabila rincian 627b berkode 1, alat pengolahan utama yang digunakan :...........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari kode 1 jika alat pengolahan utama yang digunakan adalah milik sendiri atau lingkari kode 2 jika bukan milik sendiri. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Alat pengolahan utama adalah alat yang paling banyak menghasilkan produk olahan.
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Milik sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bukan milik sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V125" name="R701" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="273" EndPos="273" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Modal utama usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih diperoleh dari
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Modal utama usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih diperoleh dari :
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Blok ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan secara umum dari rumah tangga usaha budidaya tanaman kehutanan, antara lain : mengenai modal usaha budidaya, keanggotaan dan pelayanan yang diterima dari koperasi serta kelompok tani tanaman kehutanan, dan penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan. 

Lingkari salah satu kode 1 s.d 9 yang sesuai dengan modal utama usaha budidaya tanaman kehutanan. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 

Pemerintah (selain Kementerian Kehutanan), misalnya mendapat bantuan modal dari pemerintah/Negara (selain Kementerian Kehutanan). 
Modal dari perorangan adalah modal yang diperoleh dari individu/perorangan yang tidak berbadan hukum, seperti pinjaman modal dari teman, saudara, dll.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="9"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Modal utama adalah : Modal dengan jumlah paling besar yang digunakan petani tanaman kehutanan untuk kegiatan usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih. 

Koperasi adalah : Suatu lembaga ekonomi berazas sosial, yaitu sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan. 

Kelompok tani tanaman kehutanan adalah : Kelompok masyarakat yang mengusahakan tanaman kehutanan yang bertujuan untuk menyediakan wadah kebersamaan dalam mengelola kegiatan sosial ekonomi atau pembinaan sikap kepedulian terhadap pembangunan desa serta perlindungan terhadap keberadaan dan kelestarian hutan, tanah, dan air di sekitar lingkungan kehidupan masyarakat baik dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan. 

Badan Layanan Umum/ Kementerian Kehutanan adalah : Sebuah bentuk institusi penyelenggara layanan publik yang bertugas dalam penyediaan jasa kepada masyarakat. 

Dalam hal ini BLU yang dimaksud adalah : Yang terkait dengan Kementerian Kehutanan. 

Pinjaman Bank adalah : Pinjaman dari bank baik bank pemerintah maupun bank swasta. 

Dibantu/pinjam dari perusahaan adalah : Bantuan/pinjaman dari perusahaan yang berbadan hukum. 

Pemerintah (selain Kementerian Kehutanan), misalnya mendapat bantuan modal dari pemerintah/Negara (selain Kementerian Kehutanan). 
Modal dari perorangan adalah modal yang diperoleh dari individu/perorangan yang tidak berbadan hukum, seperti pinjaman modal dari teman, saudara, dll.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Modal sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Pinjaman koperasi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Pinjaman kelompok tani tanaman kehutanan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Badan layanan umum (BLU)/kementrian kehutanan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Pinjaman Bank
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Dibantu/pinjam dari perusahaan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Pemerintah (selain kementrian kehutanan)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Perorangan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          9
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V126" name="R702A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="274" EndPos="274" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi pada saat pencacahan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Keanggotaan koperasi :
a. Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi pada saat pencacahan ?]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota Koperasi, atau lingkari kode 2 apabila tidak ada.
Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 
Seseorang dinyatakan menjadi anggota koperasi, apabila sudah terdaftar, membayar simpanan pokok, dan berumur 17 tahun atau lebih. 
Apabila Rincian 702a berkode 1, maka langsung ke rincian 703.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ada (langsung ke rincian 703)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V127" name="R702B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="275" EndPos="275" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apabila rincian 702a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Keanggotaan koperasi :
Apabila rincian 702a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota :]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Apabila tidak ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota koperasi, lingkari salah satu kode 1 s.d 4 untuk alasan utama tidak menjadi anggota koperasi.
Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Belum ada koperasi di desanya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Sudah ada koperasi tetapi belum berminat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Pelayanan koperasi tidak memuaskan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V128" name="R703A_I" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="276" EndPos="276" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        i. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan Koperasi :
a. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari koperasi selama setahun yang lalu :
i. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih ?..............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Rincian ini tetap ditanyakan untuk semua anggota rumah tangga, baik yang menjadi anggota koperasi maupun tidak. 

Pelayanan koperasi antara lain berbentuk kredit uang, sarana produksi, pengolahan pasca panen, penjualan hasil produksi, dan lain-lain. 

Lingkari kode 1 apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih atau lingkari kode 2 apabila tidak ada.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ada
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V129" name="R703A_II" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="277" EndPos="277" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        ii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan Koperasi :
a. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari koperasi selama setahun yang lalu :
ii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih ? .........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Rincian ini tetap ditanyakan untuk semua anggota rumah tangga, baik yang menjadi anggota koperasi maupun tidak. 

Pelayanan koperasi antara lain berbentuk kredit uang, sarana produksi, pengolahan pasca panen, penjualan hasil produksi, dan lain-lain. 

Lingkari kode 3 apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih atau lingkari kode 4 apabila tidak ada.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ada
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V130" name="R703B1" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="278" EndPos="278" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        1. Kredit Uang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan Koperasi :
b. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :
1. Kredit Uang :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 „Ya? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 „Tidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V131" name="R703B2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="279" EndPos="279" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        2. Pengadaan sarana produksi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan Koperasi :
b. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :
2. Pengadaan sarana produksi :........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 „Ya? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 „Tidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="3" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V132" name="R703B3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="280" EndPos="280" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        3. Pengolahan hasil
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan Koperasi :
b. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :
3. Pengolahan hasil :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 „Ya? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 „Tidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V133" name="R703B4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="281" EndPos="281" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        4. Penjualan Hasil
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan Koperasi :
b. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :
4. Penjualan Hasil :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 „Ya? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 „Tidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="7" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V134" name="R703B5" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="282" EndPos="282" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        5. Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan Koperasi :
b. Apabila rincian 703a(i) berkode 1, pelayanan yang pernah terima :
5. Lainnya :.............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan koperasi yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 „Ya? apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari koperasi, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 „Tidak? apabila rumah tangga tidak pernah menerima pelayanan dari koperasi.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V135" name="R704A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="283" EndPos="283" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Keanggotaan kelompok tani tanaman kehutanan :
a. Apakah ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan pada saat pencacahan ? ..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan, dan lingkari kode 2 apabila tidak ada. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ada (langsung ke rincian 705)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V136" name="R704B" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="284" EndPos="284" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apabila rincian 704a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Keanggotaan kelompok tani tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 704a berkode 2, alasan utama tidak menjadi anggota :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Apabila tidak ada anggota rumah tangga yang menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan, lingkari salah satu kode 1 s.d 4 untuk alasan utama rumah tangga tidak menjadi anggota kelompok tani tanaman kehutanan.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Belum ada kelompok tani tanaman kehutanan di kecamatannya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Sudah ada kelompok tani tanaman kehutanan tetapi belum berminat
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan tidak memuaskan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V137" name="R705A_I" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="285" EndPos="285" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        i. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :
a. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani tanaman kehutanan selama setahun yang lalu :
i. Untuk usaha budidaya tanaman kehutanan terpilih ?.......]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha budidaya tanaman kehutanan, dan lingkari kode 2, apabila tidak.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ada
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V138" name="R705A_II" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="286" EndPos="286" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        ii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :
a. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani tanaman kehutanan selama setahun yang lalu :
ii. Untuk usaha pertanian selain tanaman kehutanan terpilih ?....]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 3, apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mendapatkan pelayanan untuk usaha pertanian selain kehutanan, dan lingkari kode 4, apabila tidak.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ada
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V139" name="R705B1" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="287" EndPos="287" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        1. Kredit uang
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :
1. Kredit uang :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V140" name="R705B2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="288" EndPos="288" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        2. Pengadaan sarana produksi
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :
2. Pengadaan sarana produksi :......]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="3" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V141" name="R705B3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="289" EndPos="289" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        3. Pengolahan hasil
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :
3. Pengolahan hasil :........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V142" name="R705B4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="290" EndPos="290" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        4. Penjualan Hasil
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :
4. Penjualan Hasil :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="7" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V143" name="R705B5" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="291" EndPos="291" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        5. Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Pelayanan kelompok tani tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 705a(i) berkode 1, pelayanan yang pernak di terima :
5. Lainnya :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Tanyakan satu persatu jenis pelayanan dari kelompok tani yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima pelayanan dari kelompok tani, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan pelayanan dari kelompok tani. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V144" name="R706A" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="292" EndPos="292" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan pengelolaan budidaya tanaman kehutanan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
a. Apakah ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan pengelolaan budidaya tanaman kehutanan ? ..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Lingkari kode 1, apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan pengelolaan budidaya tanaman kehutanan, atau lingkari kode 2 apabila tidak ada. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        Pengelolaan budidaya tanaman kehutanan mencakup teknis budidaya tanaman kehutanan, cara pengolahan dan pemasaran hasil budidaya tanaman kehutanan.
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V145" name="R706B_I1" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="293" EndPos="293" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        1. Teknis budidaya tanaman kehutanan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
i. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :
1. Teknis budidaya tanaman kehutanan :......]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. 

Pengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.
Seperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.

Cara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V146" name="R706B_I2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="294" EndPos="294" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        2. Cara pengolahan hasil
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
i. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :
2. Cara pengolahan hasil :.....]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="3" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. 

Pengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.
Seperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.

Cara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V147" name="R706B_I3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="295" EndPos="295" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        3. Cara Pemasaran
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
i. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :
3. Cara Pemasaran :...........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. 

Pengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.
Seperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.

Cara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V148" name="R706B_I4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="296" EndPos="296" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        4. Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
i. Jenis penyuluhan yang pernah di ikuti :
4. Lainnya :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tanyakan satu persatu jenis penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan budidaya tanaman kehutanan, dan linggkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan budidaya tanaman kehutanan. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="7" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Teknis budidaya tanaman kehutanan adalah : Cara untuk membudidayakan tanaman kehutanan agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas atau bermutu tinggi. 

Pengolahan hasil adalah : Kegiatan yang dilakukan untuk membuat hasil panen dari yang bernilai rendah menjadi lebih tinggi.
Seperti : kayu bulat yang diolah menjadi papan atau kayu balok, dll.

Cara pemasaran adalah : Teknik untuk memasarkan hasil panen supaya lebih cepat terjual.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V149" name="R706B_II1" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="297" EndPos="297" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        1. Pemerintah
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
ii. Pihak yang memberikan penyuluhan :
1. Pemerintah :.............]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. 
Tanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V150" name="R706B_II2" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="298" EndPos="298" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        2. Pendamping KTH (LSM, individu, dll)
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
ii. Pihak yang memberikan penyuluhan :
2. Pendamping KTH (LSM, individu, dll) :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. 
Tanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="3" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V151" name="R706B_II3" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="299" EndPos="299" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        3. Perusahaan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
ii. Pihak yang memberikan penyuluhan :
3. Perusahaan :........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. 
Tanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="5" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V152" name="R706B_II4" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="300" EndPos="300" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        4. Lembaga pendidikan
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
ii. Pihak yang memberikan penyuluhan :
4. Lembaga pendidikan :..........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. 
Tanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="7" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V153" name="R706B_II5" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="301" EndPos="301" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        5. Lainnya
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          <![CDATA[Penyuluhan usaha budidaya tanaman kehutanan :
b. Apabila rincian 706a berkode 1 :
ii. Pihak yang memberikan penyuluhan :
5. Lainnya :.........]]>
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Apabila ada anggota rumah tangga yang pernah mengikuti penyuluhan, tanyakan lebih lanjut pihak yang memberikan penyuluhan. 
Tanyakan satu persatu pihak yang memberikan penyuluhan yang ada, kemudian lingkari kode 1, 3, 5 dan atau 7 "ya" apabila rumah tangga pernah menerima penyuluhan dari pihak yang disebutkan, dan lingkari kode 2, 4, 6, dan atau 8 "Tidak" apabila rumah tangga tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari pihak yang disebutkan.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="2"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Ya
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Tidak
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V154" name="R801" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="302" EndPos="302" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Status kepemilikan/penguasaan bangunan tempat tinggal yang ditempati
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Status kepemilikan/penguasaan bangunan tempat tinggal yang ditempati :...........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika milik sendiri, kode 2 jika sewa/kontrak, kode 3 jika bebas sewa dan kode 4 jika lainnya. 

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Milik sendiri, jika tempat tinggal tersebut pada waktu pencacahan betul-betul sudah milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga.

Rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri. 

Kontrak, jika tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga/ anggota rumah tangga dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian kontrak antara pemilik dan pemakai, misalnya 1 atau 2 tahun.

Cara pembayaran biasanya sekaligus di muka atau dapat diangsur menurut persetujuan kedua belah pihak.

Pada akhir masa perjanjian pihak pengontrak harus meninggalkan tempat tinggal yang didiami dan bila kedua belah pihak setuju bisa diperpanjang kembali dengan mengadakan perjanjian kontrak baru. 

Sewa, jika tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu. 

Lainnya, selain yang disebutkan di atas 
Bebas Sewa, meliputi : 
1. Bebas sewa milik orang lain, jika tempat tinggal tersebut diperoleh dari pihak lain (bukan famili/orang tua) dan ditempati/didiami oleh rumah tangga tanpa mengeluarkan suatu pembayaran apapun. 

2. Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara, jika tempat tinggal tersebut bukan milik sendiri melainkan milik orang tua/sanak/saudara dan tidak mengeluarkan suatu pembayaran apa pun untuk mendiami tempat tinggal tersebut. 

3. Rumah Dinas, jika tempat tinggal tersebut dimiliki dan disediakan oleh suatu instansi tempat bekerja salah satu anggota rumah tangga baik dengan membayar sewa maupun tidak. 

4. Lainnya, jika tempat tinggal tersebut tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di atas, misalnya tempat tinggal milik bersama, rumah adat, dll.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Sewa sendiri
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Sewa/Kontrak
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Bebas sewa
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V155" name="R802" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="303" EndPos="303" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis lantai bangunan tempat tinggal yang terluas
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis lantai bangunan tempat tinggal yang terluas :...........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika keramik/marmer/granit, kode 2 jika ubin/tegel/teraso, kode 3 jika semen/bata merah, kode 4 jika kayu/papan, lingkari kode 5 jika bambu, atau lingkari kode 6 jika tanah/lainnya.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Yang dimaksud dengan lantai di sini adalah :  Bagian bawah/dasar/alas suatu ruangan, baik terbuat dari tanah maupun bukan tanah seperti marmer/keramik/teraso, ubin/tegel, semen/bata merah, kayu, bambu atau lainnya.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Keramik/marmer/granit
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Ubin/tegel/teraso
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Semen/bata merah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Kayu/papan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Bambu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Tanah/lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V156" name="R803" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="304" EndPos="305" width="2" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Luas lantai bangunan tempat tinggal
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Luas lantai bangunan tempat tinggal :..........M2
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          Tuliskan luas lantai dari bangunan tempat tinggal yang dihuni oleh rumah tangga responden dan tuliskan di dalam kotak yang tersedia (dalam m2).
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="12" max="48"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Luas lantai yang dimaksud di sini adalah luas lantai yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari (sebatas atap).

Isian untuk rincian ini minimal 10 m2.]]>
      </txt>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V157" name="R804" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="306" EndPos="306" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sumber penerangan yang utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Sumber penerangan yang utama :.............
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika listrik PLN, kode 2 jika listrik Non PLN, atau kode 3 jika bukan listrik. Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 

Apabila responden menggunakan lebih dari satu sumber penerangan, maka pilih sumber penerangan yang mempunyai teknologi/nilai lebih tinggi (kode terkecil).]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="3"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Penjelasan: 
1. Listrik non-PLN, adalah sumber penerangan listrik yang dikelola oleh instansi/pihak lain selain PLN termasuk yang menggunakan sumber penerangan dari accu (aki), generator, dan pembangkit listrik tenaga surya (yang dikelola bukan oleh PLN). 

2. Rumah tangga dikatakan menggunakan listrik PLN baik menggunakan meteran (volumetrik) atau tidak.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Listrik PLN
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Listrik Non PLN
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Bukan listrik
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V158" name="R805" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="307" EndPos="307" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Jenis bahan bakar untuk memasak yang utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Jenis bahan bakar untuk memasak yang utama :...........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika listrik, kode 2 jika gas/elpiji, kode 3 jika minyak tanah, kode 4 jika arang, kode 5 jika kayu, atau kode 6 jika lainnya.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="6"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Listrik
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Gas/elpiji
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Minyak tanah
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Arang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Kayu
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V159" name="R806" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="308" EndPos="308" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Sumber air minum yang utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Sumber air minum yang utama :........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika air dalam kemasan/isi ulang, kode 2 jika leding (meteran/eceran), kode 3 jika pompa/sumur bor, lingkari kode 4 jika sumur, kode 5 jika mata air, kode 6 jika air sungai, kode 7 jika air hujan, atau kode 8 untuk lainnya.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia. 

Perlu diingat bahwa yang ditanyakan di sini adalah sumbernya]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="8"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Air dalam kemasan adalah air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol (500 ml, 600 ml, 1 liter, atau 19 liter) dan kemasan gelas; seperti antara lain air kemasan merk Aqua, Moya, 2 Tang, dan VIT dan air minum isi ulang. 

Air leding adalah : Aiir yang diproduksi melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air.
Sumber air ini diusahakan oleh PAM (Perusahaan Air Minum), PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), atau BPAM (Badan Pengelola Air Minum), baik dikelola pemerintah maupun swasta. 

Air sumur bor adalah : Aiir yang diperoleh dari dalam tanah dengan cara melakukan pengeboran untuk mendapatkan sumber mata air kemudian menempatkan alat pompa air (jet pump) pada permukaan tanah untuk menaikkan air dari dalam tanah. 

Air sumur pompa adalah : Air yang diperoleh dari dalam tanah dengan cara menggunakan perangkat pompa air sederhana/tangan untuk menaikkan air dari dalam tanah. 

Air sumur adalah : Air yang berasal dari dalam tanah yang digali.
Cara pengambilannya dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol. 

Mata air adalah : Sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya.
Tterlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya. 

Lainnya, adalah : Sumber air selain yang tersebut di atas seperti air waduk/danau.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Air dalam kemasan/isi ulang
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Leding (meteran/eceran)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Sumur pompa/sumur bor
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Sumur/Perigi
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          5
        </catValu>
        <labl>
          Mata air
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          6
        </catValu>
        <labl>
          Air sungai
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          7
        </catValu>
        <labl>
          Air hujan
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          8
        </catValu>
        <labl>
          Lainnya
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V160" name="R807" files="F1" dcml="0" intrvl="discrete">
      <location StartPos="309" EndPos="309" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        Fasilitas tempat buang air yang utama
      </labl>
      <qstn>
        <qstnLit>
          Fasilitas tempat buang air yang utama :.........
        </qstnLit>
        <ivuInstr>
          <![CDATA[Lingkari kode 1 jika jamban sendiri, kode 2 jika jamban bersama, kode 3 jika jamban umum, dan kode 4 jika tidak ada.

Tuliskan kode jawaban yang dilingkari pada kotak yang tersedia.]]>
        </ivuInstr>
      </qstn>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="1" max="4"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <txt>
        <![CDATA[Fasilitas sanitasi rumah adalah ketersediaan jamban/kakus/WC/toilet yang dapat digunakan oleh rumah tangga. Jamban/kakus/WC/toilet yang dimaksud adalah : Yang memiliki tempat penampungan (septic tank).

Penggunaan fasilitas sanitasi rumah dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu sendiri, bersama, umum dan tidak ada. 

Sendiri adalah : Fasilitas tempat buang air besar yang digunakan khusus oleh rumah tangga responden, walaupun kadang-kadang ada yang menumpang. 

Bersama adalah : Fasilitas tempat buang air besar yang digunakan beberapa rumah tangga tertentu.
 
Umum adalah : Fasilitas tempat buang air besar yang penggunaannya tidak terbatas pada rumah tangga tertentu, tetapi siapapun dapat menggunakannya. 

Tidak ada adalah : Tidak ada fasilitas tempat buang air besar, misalnya lahan terbuka yang bisa digunakan untuk buang air besar (tanah lapang/kebun/ halaman/semak belukar), pantai, sungai, danau, Kolomam, dan lainnya.]]>
      </txt>
      <catgry>
        <catValu>
          1
        </catValu>
        <labl>
          Sendiri ( satu rumah tangga)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          2
        </catValu>
        <labl>
          Bersama (beberapa rumah tangga)
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          3
        </catValu>
        <labl>
          Umum
        </labl>
      </catgry>
      <catgry>
        <catValu>
          4
        </catValu>
        <labl>
          Tidak ada
        </labl>
      </catgry>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V161" name="CATATAN" files="F1" intrvl="discrete">
      <location StartPos="310" EndPos="310" width="1" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        CATATAN
      </labl>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="character" schema="other"/>
    </var>
    <var ID="V162" name="WEIGHT" files="F1" dcml="0" intrvl="contin">
      <location StartPos="311" EndPos="313" width="3" RecSegNo="1"/>
      <labl>
        WEIGHT
      </labl>
      <valrng>
        <range UNITS="REAL" min="16" max="100"/>
      </valrng>
      <sumStat type="vald">
        0
      </sumStat>
      <sumStat type="invd">
        0
      </sumStat>
      <varFormat type="numeric" schema="other"/>
    </var>
  </dataDscr>
</codeBook>
